Wednesday, January 18, 2012

[fanfic] Trapped



hola :D saya kembali dengan fanfic.. horror?? tau deh. haha. maksud hati sih bikin horror tapi kalo jadinya lawak ato gak jelas sih entah ._. tapi saya bikin ini tengah malem dan efeknya gak berani keluar kamar padahal laper -__- happy reading <3

-TRAPPED-
by: diandhe

                Jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Jalanan sudah sepi, terlebih lagi jalan di pegunungan seperti ini. Ia nekat pulang dari bukhansan atau gunung bukhan sendirian tengah malam begini karena besok pagi-pagi sekali ia harus sudah sampai di bandara incheon untuk bertolak ke Taipei. Ia sendiri tidak mengerti bagaimana bisa teman-teman gamersnya membujuknya untuk ikut mereka ke sana. Untungnya ia tidak nekat ikut hiking, bisa-bisa manager hyung akan memarahinya dan semua jadwalnya langsung kacau. Lagipula ia juga tidak yakin dengan fisiknya untuk hiking di musim dingin begini. Terlalu sibuk, terlalu banyak makan junk food, tidak sempat olahraga –tidak dihitung kalau latihan dance dan perform bisa dihitung olahraga-. Ia sadar akan kemampuan fisiknya-yang ia juga kaget bisa sekuat ini-.
                Kyuhyun menginjak pedal gas Hyundai sonata-nya lebih dalam, sampai jarum spidometer menyentuh angka 100 km per jam, lalu memindahkan tongkat persnelingnya ke pojok kanan atas, batas maksimal. Tidak akan ada kendaraan yang iseng lewat jalur seperti ini di tengah malam. Ia sendiri mengagumi keberaniannya. Di sebelah kanan dan kiri jalan hanya ada hutan lebat. Dan sepanjang jalan menurun ini tidak ada lampu atau bantuan penerangan apapun sama sekali. Yang ada hanya lampu mobilnya yang masih menyala terang. Kyuhyun menyalakan radio di mobilnya dan membiarkan suaranya menggema sempurna. Ia bersyukur sekali malam ini ia tidak mengantuk. Mungkin jam kantuknya bukanlah jam sebelas malam, melainkan jam tiga pagi.
                Kyuhyun masih melaju dengan stabil menuruni pegunungan. Ia ingin cepat sampai dorm dan tidur nyenyak. Membayangkan ia bergumul di balik selimut di dalam ruangan yang hangat. Ia kembali menginjak pedal gasnya lebih dalam. Sedikit lagi menyentuh garis 120 km per jam, ia teringat ocehan kakak semata wayangnya tentang bahaya ngebut di jalan raya dan teman-temannya. Kyuhyun mendengus dan mengurangi kecepatannya sampai batas 95 km per jam. Dalam hati kyuhyun mengumpat bagaimana bisa ia memikirkan cho ahra di saat-saat seperti ini. Tiba-tiba ia memikirkan donghae yang menyetir dengan gayanya. Tidak perlu orang hebat untuk memprediksi seperti apa akhirnya. Semua orang tahu kemampuan menyetir seorang lee donghae. Tapi akhir-akhir ini kemampuan menyetirnya mengalami peningkatan.
                Jalanan gelap sekali, ia benar-benar tidak boleh kehilangan fokus. Sesekali lampu mobilnya menembus ke dalam hutan yang gelap jika melewati tikungan, agak menakutinya, hanya saja ia masih lebih percaya akal sehatnya. Tidak mempercayai keberadaan makhluk-makhluk lain yang tidak ada di dunianya. Logikanya berjalan sempurna jadi tidak ada yang perlu ditakuti. Lagipula jarang terjadi kejahatan macam pencurian atau perampokan di seoul. Kecuali jika ada fansnya yang kurang kerjaan membuntutinya hingga tengah malam begini. Itu bisa masuk hitungan. Tapi sepertinya tidak, hanya mobilnya saja yang melaju di jalan itu.
                Tiba-tiba kyuhyun melihat sesosok bayangan yang berdiri di tengah jalan. Lama kelamaan semakin nyata, seorang gadis sedang memegang sekuntum mawar pink pucat. Kyuhyun menginjak pedal rem dan koplingnya dalam-dalam sebelum  gadis itu tertabrak. Sepertinya dugaannya akan stalker yang berkeliaran itu benar. Fans terkadang bisa sangat mengerikan. Ia bersyukur mengenakan sabuk pengaman. Gadis itu entah ingin bunuh diri atau apa. Kyuhyun bersiap mengomeli gadis itu, masa bodoh tentang image idolnya. Salah siapa berdiri di tengah jalan tengah malam  begini. Ia melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobilnya yang juga mati mendadak.
                “YAK! Nona ini sudah malam apa maksudmu berdiri di tengah jalan seperti ini, untung kau tidak tertabrak, kalau aku tadi menabrakmu bagaimana hah?!” kyuhyun berkacak pinggang kesal, sementara gadis itu meringkuk ketakutan, masih sambil menggenggam mawarnya. “Hei nona!” kyuhyun menepuk bahu polos gadis itu, tidak tertutup mantel atau apapun itu. Ia hanya mengenakan dress selutut berwarna putih. Sama sekali bukan kostum musim dingin. Bagaimana bisa ia tidak mati kedinginan di tengah cuaca seperti ini?
                “M..maaf..a...aku..” gadis itu mendongak. Kyuhyun terkejut. Makian yang sudah ada di ujung lidahnya menguap entah kemana. Matanya terperangkap di mata gadis itu, mereka beradu pandangan, tepat di manik mata dan tidak bisa lepas. Tidak, tidak bisa beralih. Matanya bulat sempurna lengkap dengan double eyelids atau lipatan mata, bola matanya berwarna cokelat gelap, namun terlihat cantik. Bulu matanya lentik, melengkung sempurna dengan porsi yang cukup. Tebal alisnya tidak berlebihan, rata seperti habis disisir. Kulitnya putih pucat, rambutnya berwarna hitam legam sempurna panjang sampai menutupi punggungnya, ikal-bukan jenis ikal yang dibuat di salon-, namun berantakan dan mencuat ke segala arah. “Aku sedang menunggu seseorang...” suaranya pun merdu, seperti lonceng. Jernih, tidak kalah jernih dari air yang ada di sumber mata air. Namun suaranya terdengar ganjil, bukan tipe suara merdu para penyanyi ataupun jenis-jenis suara merdu pada umumnya. Lembut tetapi menakutkan. “Aku ingin memberinya ini...“ gadis itu melirik mawar pinknya, perasaan kyuhyun tidak enak... “Ini untuk kekasihku..” gadis itu kembali menatapnya dalam, polos namun mengintimidasi. “Tapi bukan kau...”
                Dan di saat itu kyuhyun sadar kalau ia harusnya lari. Seharusnya ia tidak pernah meninggalkan kursi kemudinya, tidak melepaskan sabuk pengamannya dan terus melaju menuruni gunung. Seharusnya seperti itu. Tapi ia sendiri tidak mengerti kenapa ia tetap terpaku di sana, hanyut dalam pesona gadis itu. Badannya kaku, ia ingin pergi tapi perintah itu tidak jalan ke organ-organ tubuhnya yang lain. Sial apa yang membuatnya terperangkap di sini?? Matanya yang indah itu... Semilir angin membuat dedaunan dan ranting saling bergesekan, membuat suara-suara mencekam. Kyuhyun memaksakan kakinya untuk mundur perlahan, walau sulit. Ia masih menatap gadis itu dengan ekspresi bingung. Kyuhyun mundur perlahan, sepatunya bergesekan dengan aspal, membuat suara yang sangat tidak bersahabat.
                “Kau mau kemana...” gadis itu berujar pelan dengan nada memelas, lalu sebelah tangannya meraih tangan kyuhyun. Dan entah kenapa bulu roma kyuhyun langsung meremang. Suhu tangan gadis ini tidak biasa, dingin tetapi bukan dingin seperti ketika menggenggam  es. Dingin yang lain, ia sendiri tidak bisa mendeskripsikan dinginnya seperti apa. Yang jelas sangat tidak nyaman. “Temani aku... Aku ingin memberinya ini... Ayo temani aku...” gadis itu menggoyang-goyangkan tangan kyuhyun, tenaganya tidak seberapa tetapi kyuhyun tidak bisa terlepas, ia tidak bisa melepaskan tangannya, perintah itu tidak disampaikan oleh otaknya ke tangan, tidak! Otot-ototnya seolah bungkam, ikut terhipnotis oleh gadis itu. Setengah akal sehatnya terperangkap di sini dan tidak ingin pergi, ingin memandangi gadis itu sepuasnya dan menguak sejuta pesona yang sepertinya disembunyikannya entah dimana. Tapi sebagian dirinya tahu kalau ini bahaya. Insting manusianya memerintahkannya untuk menjauh segera.
                Kyuhyun tidak bisa bicara, bahkan ia tidak sanggup membuka mulutnya. Lidahnya kelu, seolah dilem dengan lem super, tenggorokannya tercekat. Gadis itu berdiri, gaunnya berkibar ditiup angin, menampakkan kaki jenjangnya yang polos tanpa alas kaki. Ia mendekat ke kyuhyun. ‘Lari kyu, lari!!!’ ia bahkan kalah dengan pikirannya sendiri. Bodoh bodoh! Gadis itu semakin mendekat, masih mendekap setangkai mawarnya. Beberapa detik kemudian ia sudah berdiri di hadapan kyuhyun, menatap kyuhyun dengan tatapan puppy eyes dan mengalungkan kedua tangannya di leher kyuhyun dengan gerakan seduktif.
                “Bawa aku kembali...” angin kembali berhembus membelai tengkuk kyuhyun. Ia pasrah, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia tidak bisa lari. Entah apa yang akan terjadi nanti, ia tidak tahu. Akankah ia melihat hari esok, ia tidak tahu. Kyuhyun menggendong gadis itu dengan cara bridal style, menatapnya tepat di manik matanya, dimana wajah mereka berjarak kurang dari 5 cm. “Kau terpesona denganku???” tanya gadis itu lembut. Kyuhyun mengangguk perlahan, agak takjub karena anggota badannya masih bisa merespon. Tetapi merespon gadis ini bukan pertanda yang bagus. Gadis itu mencondongkan tubuhnya sedikit, membelai pipi kyuhyun pelan kemudian tersenyum manis. “Kalau begitu bawa aku kyu...”
                Kyuhyun menurut, ia membawa gadis itu menepi, menjauhi mobilnya, meninggalkannya dengan pintu kemudi terbuka. Ia tidak mengerti, ia tidak tahu, semua terjadi secara spontan. Ia harap esok masih akan datang, dan ia baik-baik saja. Tapi yang jelas, sebagian dirinya yang sudah tidak waras, masih ingin menghabiskan waktunya dengan gadis ini. Siapapun dia, ia tidak peduli. Ia benar-benar sudah jatuh terperosok ke dalam pesona gadis ini. Kyuhyun berjalan masuk ke hutan, masih menatap gadis itu intens. Akal sehat sudah mati. Dan mereka masuk ke hutan hingga hilang ditelan cahaya.

                before-- bukhansan, 12.00 kst
                “hei coba kau lihat ini.” Kyuhyun melirik koran di atas meja yang tadi dilempar oleh temannya. “ini baru terjadi tadi malam.” Kyuhyun entah kenapa tertarik dengan judul headlinenya, ‘Seorang Gadis Ditemukan Meninggal di Gunung Bukhan’. Di halaman depan terpampang foto seorang gadis yang menggenggam erat bunga mawar berwarna merah muda pucat dan sudah tidak bernyawa. “menunggu kekasihnya dan tertabrak, kasihan sekali.. ckck..” kyuhyun mengangkat bahu dan melanjutkan permainan pspnya. “berhati-hatilah kalau nanti malam kau pulang, oke. Siapa tahu dia mengajakmu, kau lumayan tampan kyu.” Kyuhyun terkekeh dan mengganti posisi duduknya agar lebih nyaman. Ia sendiri tiba-tiba merasa aneh.
                “aku tidak percaya dengan hal-hal seperti itu hyung, tenang saja. lagipula....” kyuhyun melirik sekali lagi foto headline koran itu. "gadis itu cantik." kyuhyun tersenyum dan melanjutkan permainan pspnya, hanya menganggap ucapannya sebagai gurauan belaka.


-FIN-

0 comment: