rest a moment, nae sarangi kompi

tak ada update fanfic untuk beberapa minggu karena kompi saya sedang mengalami perbaikan. hehe.
yah, si heebum padahal ada di flash disk tuh. kalo mau bawa ke warnet aja.
tapi boys very over? tak bisa lanjut itu saya.
stand by you? kim soo rim menghancurkan moodku. jangan tanya kenapa.
ending of autumn?
gmana mu lanjut kompi saja tak ada.
haha. 4 ff aja.
huh. heebum ada di flash disk yg part dua! gimana ya baiknya?

efek samping bertualang di ASIAN FANATIC.


call me if you miss me oppa, i miss you too... XD

tadi malem, sekitar jam setengah 8an, saya yang sok tau dan blagu ini bertualang di forum AF. dengan modal pengen liat kyu hyun yang udah menggebu2 akhirnya saya buka juga tuh forum. dan taukah anda apa hasilnya???

pertama, kaki kesemutan! serius, kaki gw langsung kesemutan begitu buka tuh threat page 1 part 4 karena gw ketinggalan, gw cuma sampe part 3 doang. huaaah.. tuh pikku yahuddd berterbangan dengan liar. link2 youtube juga dimana mana. omygod~~ mana lola lagi. =.=" speedy gw minta digetok rupanya.

beberapa saat kemudian setelah gw mantengin tuh pikku pikku ajiiibb.. kaki gw mati rasa. beneran dah. terus mulut gw mangap2. aigoo.. untung emak gw lagi pergi, kalo gaga apa kata dunia!! gw mangap2 sendiri kaya orang bener di depan komputer. memandangi wajah tampan nan imut dan indah sang pujaan hati *mulai melebai* *dari dulu gw emang udah lebai*.

untungnya gw gak sampe nosebleed segala. kalo iya, parah dah! hahaha. malemnya gw gaga bisa tidur!! mana gw jadi suka nyengir2 sendiri pula! woooy bacain gw yasin!!! gw ngerasa kesurupan setan kyu hyun!! dan gara2 itu juga gw gak ntn BBF. ah, bodo dah sama bbf. hahaha.. gila. efek kyu hyun dasyat banget. hidup gw nyaris berantakan gara2 tuh namja. aigoo... o.0

nyesek banget gw kalo sampe gak ketemu suju. haha. tapi gw memprediksi *kaya mama lauren* *eh, ki joko babo kata delia* kalo 99,9999999999% gw gak akan ketemu suju. haha. mimpi apa gw ketemu suju?? ketemu dalem mimpi aja udah seneng banget.. belom pernah gw secinta ini sama idola gw. gw gila, mungkin, gw terobsesi? oke, gw ngaku. iya. gw terobsesi. gw salah? iya, gw ngaku gw salah. salah besar. tapi gw terperangkap di sini.

gw nggak bisa keluar. tebak berapa kali gw coba melupakan kyu hyun?? banyaaak.. sampe sakit sendiri gw. tapi tetep aja, sekeras apapun gw berusaha lupain dia gak bisa2 juga. huh.. mungkin waktu yang bakal selesaikan semuanya. jujur aja, gw lebih suka jatuh cinta sama artis daripada sama orang yang beneran ada di deket gw. haha.

ah, makin ke bawah tulisan gw makin melow aja. hahahaha.. parah gw. michyeo yeoja.

one day with heebum

Hee bum POV

annyeonghaseyo.. aku hee bum, kucing tampan nan manis milik personil suju yang bernama kim hee chul. ah, kalian pasti sudah kenal dia bukan?? aku dengar dari beberapa orang di tv dia itu sangat aneh dan suka mengerjai orang. benarkah itu?? aku rasa ya. aku beberapa kali jadi korban kegilaannya. dia memaksaku menari tell me di radio beberapa waktu silam. itu membuatku muak. tapi aku bisa apa menghadapi majikanku yang cantik itu?? oh sudahlah, jangan membuatku berpikir akan mencakarnya.
aku dan si cantik hee chul sshi -aku senang memanggilnya si cantik- sedang berleha-leha di kamar kami -sebenarnya kamarnya- yang ber-ac. entah kenapa akhir2 ini dia jadi sangat pendiam. dia sekarang banyak menghabiskan waku di rumah, di luar keperluan syuting tentunya. aku rasa kyu hyun yang membuatnya seperti ini. dia jadi sering bermain game online.
"aku ingin menamatkan ini segera," katanya. ah si cantik ini sepertinya salah makan sesuatu. dia sudah menurangi waktu bermainnya denganku hanya untuk ini. hongki bahkan sudah jarang terlihat di sini. biasanya mereka selalu bersama. aku jadi lapar. huh. jahat sekali dia melupakan aku.. aku mendekat padanya.
"miaw..." kataku dengan nada memohon. ah, apa dia bisa bedakan nada memohon atau tidak. sepertinya tidak. dia hanya menoleh padaku sebentar dan kembali konsentrasi dengan gamenya. kyaaa!!! kyu hyun harus membayar semua ini!! aku kembali mendekatinya. "miaw..." kataku lagi.
"hee bum. ada apa denganmu?? jangan menggangguku," katanya. aigoo!!! dia masih bertanya ada apa?? sekarang sudah jam 9 dan dia belum memberiku sarapan!!! aarghh!!! apa dia sudah mulai melupakanku??? aku melompat ke pangkuannya dan kembali mengeong.
"miaw miaw miaw miaw!!!" aku terus mengeong. hee chul sshi aku lapar!!! "miaw miaw miaw."
"YA! kau kenapa??" kata si cantik. ia menghentikan permainannya setelah melihatku membuka mulutku. "omona. aku belum memberimu makan??" katanya. sepertinya ia sudah mulai pikun. apa karena ia sudah berumur?? oh, kalau ia mendengar ini aku akan langsung jadi sate kucing. "ayo." ia meninggalkan tempat duduknya dan melangkah ke dapur. aku mengikutinya dari belakang. di sana ada beberapa personil suju yang sedang sarapan. aku lihat hankyung sedang memasak nasi goreng beijing andalannya.
"nasi goreng lagi??" tanya hee chul sambil menuangkan susu untukku. ah.. itu mangkuk susu terakhir!! sudah tidak ada yang tersisa!! andwee.. aku harap hee chul membeli lagi nanti. hankyung menoleh kepada si cantik.
"iya. wae?" tanya hankyung yang sekarang sudah melanjutkan memasaknya. hee chul menyodorkan mangkuk susu itu padaku. ah.. jeongmal gomawo hee chul sshi.. aku sudah sangat lapar!! aku meminum susu itu sementara hee chul dan hankyung melanjutkan pembicaraan mereka.
"aku bosan. hei! itu punyaku!" kata hee chul yang melihat kaleng sodanya di kulkas disentuh kangin. kangin meletakannya lagi.
"kalau kau mau makanan lain kau masak saja sendiri," kata hankyung. ouh. susunya enak sekali. tapi aku masih lapar. terpaksa aku harus menunggu sisa makan mereka pagi ini karena shindong yang biasa memakan semua sisa makanan yang ada di meja sedang tidak ada. hee chul melempar hankyung dengan kacang rebus yang ia makan.
mereka semua sudah berkumpul, tapi aku merasa ada yang kurang. satu, dua, tiga, empat..., kenapa hanya ada 8?? kemana 5 orang lainnya??
"hei. kemana shindong, ryeowook, yesung, dan siwon?" tanya dong hae yang sudah duduk manis sambil memegang sendok. ia sepertinya sudah sangat lapar.
"molla. sepertinya mereka sudah pergi dari tadi pagi," kata lee teuk. tunggu, yang tidak ada shindong, ryeo wook, yesung, siwon, kibum. aku melihat shindong dan siwon keluar tadi pagi. aku curiga kalau mereka akan pergi fitnes! aku pernah menguping mereka yang sedang membicarakan fitnes. lalu ryeowook dan yesung?? aku tidak akan bertanya dimana kibum, orang yang telah memberiku nama itu pergi. ia sudah lama tidak terlihat. menurut pembicaraan yang aku dengar, ia sibuk syuting. mereka memulai sarapannya. aku mendekat pada salah satu dari mereka, aku tidak melihat itu siapa, hanya kakinya saja.
"hyung, kau belum memberi kucingmu ini makan?? dia lapar sekali," katanya sambil melempar tulang ayam. ah, itu eun hyuk!! jeongmal gomawo hyukjae sshi..
"mwo? aku sudah memberinya semangkuk susu tadi," kata hee chul. ia melihat ke arahku yang sedang asyik menjilati tulang ayam goreng. ah, enak sekali. aku tahu ini sisa tadi malam.. hee chul juga memberi tulang yang sama tadi malam. hehe.. kurang dari 15 menit aku sudah dapat 5 tulang yang sama! asyiiiik... hahaha.. tapi akan lebih asyik kalau aku juga dapat ayamnya. ah, aku harap hee chul menemukan seorang wanita yang baik hati dan memberiku makanan enak setiap hari. nah, siapa yang mau antri?? haha.
setelah puas makan, aku berpetualang ke kamar personil lainnya. kamar favoritku sebenarnya kamar kibum, tapi karena dia sedang tidak ada aku jadi menyukai kamar teukie. aku masuk. tak ada orang di sana.. aku keluar saja, daripada teukie kaget melihatku tidur di kasurnya. sekarang aku harus kemana?? keluar rumah?? tidak mungkin. para fans mengenaliku sebagai hee bum yang imut dan lucu. kalau mereka menemukanku bisa gawat. hee chul yang cantik pasti akan marah padaku dan akan memusuhiku selamana. yeah, dia pernah mengatakan itu sewaktu aku kabur dulu. aku ke ruang tengah. di sana ada sungmin dan kyu hyun sedang main game. aaarrgh!!! kyu hyun menularkan virus gamenya kepada semua member!! tapi aku penasaran apa yang ia lakukan. aku melihatnya begitu antusias dan bernafsu menghajar sungmin yang menjadi lawannya. ah, biar aku tebak, mereka berdua belum mandi!! pasti!! aku yakin.
lalu di dapur ada kangin dan teukie yang sedang tertawa 'ang ang ang' seperti orang kesurupan sambil mengelap meja makan. apa yang mereka bicarakan?? aku jadi merasa aneh dengan teukie. beberapa hari yang lalu ia menangis karena stress, lalu marah2 tidak jelas. sekarang ia tertawa seperti orang gila. aku curiga dengan hankyung yang bisa saja memasukkan sesuatu ke makanan mereka tadi.
aku ke belakang. ada eun hyuk dan dong hae sedang mencuci. wah, wah. rajin sekali mereka. aku yakin kalau para elf wanita melihat ini mereka tidak akan bisa tidur malamnya. bagaimana tidak?? keringat mereka yang bercucuran ketika mereka sedang mengucek baju itu akan langsung jadi berita. sayang hanya aku yang bisa melihat dengan leluasa begini. hahaha. siapa lagi yang aku belum jumpai?? oh. hankyung dan si cantik! kemana mereka?? aku curiga kalau si cantik sedang mengajarkannya kata2 ajaib lagi. aku pergi ke atas. dan tebak apa yang aku lihat?? mereka berdua sedang menyapu!! aigoo... pukul aku, sepertinya aku bermimpi. dugh! sakit.. oke, ini nyata. aigoo.. si cantik dan hankyung sedang bersih2 bersama?? mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang harmonis. oke, elf. ampuni aku. aku hanya bercanda. hehe.
bisa kalian bayangkan, mereka menyapu dan mengelap debu setiap sudut lantai atas ini. ckckck.. aku harap ia akan terus seperti ini. sepertinya siwon telah berhasil membawanya ke jalan yang benar. haha. hoaaam... aku mengantuk. aku kembali ke kamar dan tidur di kasurku yang empuk. semoga saja si cantik tidak lupa membeli susu untuk makan malamku nanti. nah, aku tidur dulu^^..


-tbc-

aku di sore hari

aku di sore hari...

minggu, 5 juli 2009. 18.23 wib
akhir2 ini kebiasaanku adalah membuka facebook. yah, aku seperti orang gila, hanya bermain facebook saja setiap hari. beginilah liburan yang membosankan. semua orang menghilang tanpa jejak seperti ditelan makhluk luar angkasa. dan aku, menemukan sebuah notes-lagi-yang mengisyaratkan tentang mereka yang mulai membenci dunia pilihannya.

aku menebak, dalam kebingunganku. yeah, aku hidup di dunia semu akhir2 ini. dunia dimana hanya ada aku dan kegilaanku akan super junior yang makin membuncah. aku mulai merasa, leader kesayanganku setelah uri prophet Muhammad saw. itu mulai merasa jenuh dan stress dengan pekerjaannya. bagaimana tidak?? 24 jam yang mereka miliki hanya dihabiskan di asrama, salon, tempat syuting, asrama, salon, tempat syuting. yeah, aku bisa memaklumi. dan taukah kalian? dorm mereka itu ada di kawasan elit. dimana mereka hanya tinggal turun lewat lift, mereka bisa menemukan pusat perbelanjaan mewah dan segala hiburannya. mereka merasa seperti terisolasi, mungkin. itu tebakanku.

dan park jung soo, sekali lagi menulis di cyworldnya kalau ia stress dengan ini. oh ayolah oppa, tahun depan kau akan menghadapi wajib militermu! aku tau bebannya berat. dia harus terlihat tegar di depan adik2nya. karena dia adalah leader. leader dari semua leader. yah. aku kembali terhenyak dalam satu konsep ini. jika aku bisa ada di sana, apa yang akan aku lakukan? memaksa mereka untuk tampil sebagai 'orang lain' ketika lampu kamera sudah menyala? memaksa mereka untuk tersenyum dengan
keadaan hati yang teriris-iris?? itu yang selama ini dikatakan publik. aku tidak bisa menikmati semua yang disediakan media jika kepalaku penuh dengan tanda tanya seperti ini. akupun tidak tahu mereka sebenarnya.

selama ini yang aku tahu hanyalah sifat yang mereka tunjukkan di depan kamera. yang aku sudah tahu pasti itu sudah direncanakan sebelumnya. dialog yang sudah ditentukan. jadi aku hanya bermodalkan sok tahu bisa menulis ini. semua hanya dengan modal sok tahu, sok mengerti. jujur, aku ingin sekali ada di sana dan memberi mereka semangat. tapi aku bisa apa? hanya bisa membayangkan dari sini. dari jarak jutaan kilometer. aku yang bahkan tak terjamah dalam pikiran mereka. aku hanya seperti orang gila saja..

aku ingin di sana! mengatakan kau hebat pada park jung soo, yah, kepada park jung soo! dan menurutku, kyu hyun yang masih sangat easy going dengan ini. haha. bukan karena dia member kesayanganku, tapi karena dia masih sangat muda. kuliah saja belum selesai. sesekali aku akan mencoba caranya mengusir stress, naik turun lift! hahaha. atau cara ryeo wook, mengerjai orang. lee teuk sepertinya terlalu dewasa untuk melakukan ini. mungkin dia harus move to our country untuk membuat hidupnya lebih baik. aku jamin banyak yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk dia tinggal.

mengenai kim kibum. tentu kita para ELF merasa sangat kehilangan. aku juga. miss him so much.. tapi aku mencoba berpikir menggunakan cara kibum, mengejar satu bidang favoritku. yeah, apapun kata orang aku akan terus melakukannya. oh, itu cara kibum berpikir jika aku menelan mentah2 semua berita yang disodorkan publik. aku tidak tahu apakah ada main2 di belakang sana. SM entertainment bukan perusahaan kecil yang punya trik bisnis rendahan. aku tidak akan merujuk kepada snsd, tentunya.

aku jadi sangat merindukan suju. suju tampil sebagai suju. dengan senyum ikhlas yang tidak dibuat2. senyum yang tidak direncanakan. akhir2 ini aku sering membayangkan apa yang mereka lakukan di dunia mereka. apakah mereka tidak sebaik yang aku kira. atau mereka tidak setegar yang aku kira. karena sekali lagi, aku tidak tahu apa2! sama sekali. aku tidak mengenal mereka. aku hanya mengenal mereka sebagai public figur, bukan sebagai manusia biasa.

entah kenapa aku mencoba untuk ikhlas kalau mereka berhenti dari dunia hiburan demi kebahagiaan mereka. walaupun tidak sepenuhnya rela, tapi aku ingin mereka juga bahagia. setidaknya itu bisa menghentikan kegilaanku akan semua ini sebelum aku dikirim ke rumah sakit jiwa karena terlalu banyak menghabiskan waktuku untuk memikirkan mereka yang entah sedang apa nun jauh di sana. aku mencoba untuk tersenyum sambil membayangkan mereka berjalan di taman sebagai orang biasa, tanpa masker dan topi, tanpa bayang2 kamera dan fans, bersama dengan seseorang yang akan menemani sisa hidup mereka sampai akhir, dan itu bukan aku. sakit memang, tapi apa daya, memang itu takdirnya. dan aku harap, jika saat itu tiba, aku sudah tidak mengenal mereka lagi, tidak membayangkannya setiap hari sebelum tidur, tidak lagi berteriak histeris setiap mendengar beritanya. aku ya aku. aku merindukan dunia nyata.. lelah sekali berada di sini. aku ingin menangis...

ELF must be fighting!!! I'll support uri sarangi namja.. saranghae...

naneun babo babo babo!!

gw udah terlalu sering mikirin ini.
kalo gw, selama ini terlalu babo.
setiap hari yg dipikirin cuma kyu hyun.
kaya dia siapaaa gitu.
padahal yang bersangkutan mah gak pernah memikirkan akan mikirin gw.
gw aja yang babo!
tapi, udah tau babo, masih dilanjutin.
salah! tp kesalahan ini menyenangkan :D
walau gw tau, kalo seandainya udah ada orang yg mengisi kekosongan yg selama ini gw dambakan itu.. gw pasti nangis kejer.
kan udah gw blg,
NANEUN BABO!

Stand By You. Line 3

Esoknya setelah selesai ulangan bahasa sunda, Minho terlihat lesu, tidak bersemangat, Soo Rim terlihat biasa saja, Hyun Mi bengong sendiri, Taemin makin tambah stress, yang lain juga tampak tidak terlalu bersemangat. Hanya Ra Neul yang terlihat cerah ceria *apa sih*.
“Aaarrghh!! Gila aja. Tuh soal susah banget, sumpah geelaa..” kata Minho frustasi. Ia mengacak2 rambutnya.
“Kaya gitu susah?? Gampang kali!!” kata Soo Rim. Taemin yang sedang tidur2an di meja melempar Soo Rim dengan kertas.
“Gampang gampang. Gampang mbahmu gampang!” katanya sebal. Soo Rim melempar balik kertas Taemin.
“Ih. Beloman. Baca soalnya gampang, jawabnya susah!” kata Soo Rim. Taemin masih lesu, tidak bersemangat.
“Kaya Hyun Mi dong,” kata Minho. Hyun Mi yang merasa namanya disebut-sebut langsung menoleh ke belakang dan bergabung dengan gerombolan itu.
“Apa sebut2!!!” Hyun Mi melempar pandangan sinis ke arah Minho.
“Dari nomor 1-10, nyontek semua. Iya kan Mi. Hyun. Mi,” kata Minho meledek. Hyun Mi melemparnya dengan kertas yang sedang dimainkan Taemin. Minho hanya tertawa saja.
“Choi Ra Neul juga, pelit. Asyik sekali dia mengerjakan soal sendiri. Dasar,” kata Soo Rim sambil melirik ke arah Ra Neul yang sedang menulis sesuatu.
“Sabar Soo Rim.. Anak pintar memang begitu. Ah, aku pintar, tapi tidak begitu,” kata Hyun Mi yang langsung diserbu oleh Soo Rim, Minho, dan Taemin.
“Hei, sebenarnya ada guru tidak sih?? Sekarang jam fisika kan?? Kemana gurunya??” Minho melirik ke luar jendela. Tidak ada tanda2 kedatangan guru fisika.
“Ehm. Semua. Mohon Perhatiannya sebentar. Orang ganteng ingin bicara!” kata Hongki yang sudah berdiri di depan yang langsung mendapat sorakan dari anak2 sekelas. “Yeee.. Langsung nih, guru fisika gak ada!! Intinya, gak ada guru sampe pulang!! Nah, puas noh. Guru2 pada rapat. Udah.” Hongki kembali ke tempat duduk, lalu ia berdiri lagi. “Soo Rim. Yang merasa namanya Choi Soo Ri. Dicariin Kyu Jong hyung di depan.” Soo Rim heran, lalu ia pergi ke depan kelas, mencari Kyu Jong yang katanya mencarinya.
“Eh. Sunbae. Waeyo?” Kyu Jong menyodorkan kotak makan yang kemarin ia pakai untuk meletakkan bekal makan siang untuk Hyun Joong. “Kok?”
“Iya, Hyun bilang berikan ini kepadamu, ambilah.” Soo Rim mengambil kotak makan itu dengan raut wajah kecewa.
“Kenapa bukan Hyun Sunbae yang berikan langsung padaku??” Kyu Jong menggeleng.
“Molla. Nah, aku pergi dulu. Jalga.” Kyu Jong mengacak2 rambut Soo Rim, lalu berlalu. Tiba2 Hee Chul muncul.
“Annyeong jagya~.” Soo Rim kaget, karena Hee Chul muncul persis di depan wajahnya secara tiba2 seperti hantu yang akan memangsa Soo Rim. *hee chul: woy author! Gw kagak doyan manusia* *author: cuma perumpamaan doang kali* *hee chul: oh iya yah* *author: oon nih kea temon!!* *dlempar baskom*
“Sunbae!!” Soo Rim memukul2 Hee Chul. Hee Chul tampak senang. Ia melihat kotak makan yang dipegang Soo Rim dan merebutnya.
“Apa ini? Untukku??” katanya *hee chul kepedean*. Ia membukanya. Ada roti dan kertas di sana. Soo Rim langsung merebutnya.
“Ini punyaku dari Hyun sunbae!! Jangan sentuh!!” kata Soo Rim galak. Ia kaget melihat ada roti cokelat dan notes kecil bertuliskan ‘gomawo’ di situ. Hee Chul tampak kesal sekali. Ia langsung pergi. Soo Rim melihat Hyun Mi ke luar kelas sendiri. “Hyun Mi!!” Hyun Mi yang merasa dipanggil menoleh. “Mau kemana??”
“Ke kamar mandi. Mau ikut??” Soo Rim mengangguk. Mereka pergi ke kamar mandi. Soo Rim meletakkan tempat makannya di dekat wastafel dan mencuci tangannya. Hyun Mi melihat kotak itu. “Itu apa?”
“Oh itu.” Soo Rim mengeringkan tangannya. “Tempat makanku. Kemarin aku pakai untuk memberikan bekal untuk Hyun Joong sunbae. Dan tahu tidak?? Dia mengisinya dengan roti cokelat!!! Kyaa~ Lalu ada memo tulisannya gomawo. Gyaaa~~ Aku hampir terbaang!!!!!” Soo Rim menarik2 jas Hyun Mi.
“Hei. Kau ini. Berlebihan. Lepas!! Hei!!” Kali ini Soo Rim sudak memeluk Hyun Mi, menarik2 kerah jasnya, dan hampir saja, menjambak rambutnya *author keluar tanduk*. “SOO RIM-AH!!!!!” Hyun Mi mendorong Soo Rim menjauh.
“Mianhae. Mian. Mian. Aku hanya terlalu bahagia. Hahahaha~.” Soo Rim memeluk tempat makannya. “Aku akan memajang ini di kamarku.” Hyun Mi mendengus saja, lalu mencuci tangannya. Mustahil Kyu Hyun akan melakukan hal yang sama jika ia memberinya bekal makanan. Kemungkinan Kyu Hyun membuangnya 99%, 1%nya Kyu Hyun tidak akan menyentuhnya. Hyun Mi meninggalkan Soo Rim yang sedang memeluk kotak makannya. Sepertinya ia tidak sadar kalau Hyun Mi meninggalkannya.
Hyun Mi bengong sendiri sambil berjalan di lorong2 sekolah. Ia iri dengan Soo Rim. Iri sekali. Hyun Mi menghela nafas.
“Hyun Mi!!” ada yang memanggilnya. Hyun Mi menoleh, choi siwon. Kenapa ia selalu datang mencarinya? Padahal ia sedang ingin sendiri. Atau, bertemu Kyu Hyun.
“Hai, sunbae,” kata Hyun Mi lemas. Siwon mengeryitkan alisnya.
“Wae?? Kau sakit??” Hyun Mi menggeleng, lalu tersenyum simpul.
“Siwon sunbae mau kemana??” tanya Hyun Mi, mencoba mengalihkan rasa ingin tahu siwon yang besar *siwon, gak ada tahu, adanya tempe* *siwon: ih gaje authornya*.
“Aku hanya sedang berjalan2 sendiri. Kau? Mau kemana?” Hyun Mi menghela nafas. Ia tampak bingung. Masa ia harus cerita kepada siwon kalau ia ingin Kyu Hyun juga memberinya roti cokelat dan memo bertuliskan gomawo?? Sangat tidak masuk akal.
“Aku.. err.. mau ke perpustakaan. Yah. Aku duluan. Jalga sunbae..” Hyun Mi meninggalkan Siwon di tempatnya dalam keadaan bingung. Mengapa terkesan seperti Hyun Mi tidak ingin bertemu dengannya. Dan tidak jauh dari tempat mereka Kyu Hyun sedang memperhatikan mereka sejak tadi.
Tidak ada hal menarik yang terjadi sampai pulang sekolah. Dan Hyun Mi kembali ditinggal oleh Soo Rim yang obsesinya kepada Hyun Joong semakin menjadi2, juga Ra Neul yang sekarang juga semakin dekat dengan senior mereka, Kangin.
Ra Neul siang ini juga punya janji akan ke toko kaset bersama Kangin. Mereka jalan bersama menuju toko kaset di ujung jalan sekolah.
“Kau mau mencari kaset apa sunbae??” tanya Ra Neul malu2. Kangin menggeleng.
“Molla. Aku masih mau lihat2 dulu. Kau sendiri??” Ra Neul tampak sedang berpikir.
“Emm.. Aku sedang ingin menonton drama, tapi aku bingung mau menonton apa. Kita lihat saja nanti.” Kangin mengangguk. Ia masih mengumpulkan keberanian untuk menggandeng tangan Ra Neul yang akhirnya ia lakukan juga. Ra Neul tersipu malu. Mereka bergandengan tangan sampai ke toko kaset *author ketawa sampe kejungkel*.
Hyun Mi sedang berada di belakang sekolah, memberi makan kelinci2 peliharaan sekolah. Seperti anak SD saja memelihara kelinci. Hyun Mi banyak bercerita kepada kelinci2 itu sambil memberi mereka makan. Entah tentang Taemin dan Minho yang semakin menjadi2, tentang Soo Rim yang makin terobsesi dengan Hyun Joong, tentang Hee Chul, Kangin, Ra Neul, Siwon, semuanya. Bahkan tentang kakaknya yang sekarang sering mengajaknya keluar karena ia sedang tidak punya pacar. Ia menceritakan semuanya, kecuali Kyu Hyun.
“Aku tidak mau membicarakan Kyu Hyun lagi,” katanya kepada kelinci2 itu. “Hanya membuatku sakit.” Hyun Mi melanjutkan tugasnya memberi kelinci2 itu makanan. “Makan yang banyak ya. Kalian tampak sangat kurus.”
“Kenapa tidak mau membicarakanku lagi??” Hyun Mi kaget. Ia menjatuhkan wortel yang ia pegang. Hyun Mi menoleh.
“Kyu.. Hyu..n.. Ss.. Sunbae..” Hyun Mi terbelalak. Kyu Hyun mendekat, mengambil wortel yang dijatuhkan Hyun Mi lalu memberikannya ke kelinci2 itu. “Sedang apa di sini?? Ini sudah jam pulang sekolah.”
“Kau tidak lihat jadwal kalau aku juga bertugas hari ini??” katanya sinis. Hyun Mi masih kaget. Ia mencoba mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan. Saling memburu satu sama lain.
“Biasanya kau tidak datang,” kata Hyun Mi. Ia masih mencoba menyelaraskan hembusan nafas dan detak jantungnya.
“Aku selalu datang.” Kyu Hyun berbalik menatap Hyun Mi dengan tatapan dinginnya. “Aku datang kalau kau sudah tidak ada.”
“Ah. Ya,” kata Hyun Mi kecewa. “Kalau begitu aku pergi dulu.” Hyun Mi mencuci tangannya, lalu pergi meninggalkan Kyu Hyun bersama kelinci2 itu.
“Hei!” Kyu Hyun mengejar Hyun Mi, tapi Hyun Mi tidak menggubrisnya. Membiarkan Kyu Hyun mengejarnya sampai ke halte bus. Kyu Hyun tersengal2, Hyun Mi juga.
“Kenapa kau mengejarku?” tanya Hyun Mi sinis. Ia mencoba membuat Kyu Hyun merasakan perlakuannya selama ini terhadap dirinya.
“Kau kenapa menghindar? Bukannya kau senang aku mengejarmu? Ini kan yang kau mau?” kata Kyu Hyun sinis. Hyun Mi memicingkan matanya, lalu membuang pandangannya ke arah lain.
“Aniyo. Aku sama sekali tidak senang.” Hyun Mi masih diam dengan posisinya. Mecoba bertahan, walau hatinya menjerit-jerit hebat.
“Bohong,” kata Kyu Hyun setengah tertawa. Hyun Mi menoleh, baru kali ini ia mendengar Kyu Hyun tertawa. “Kau bohong kan? Hah. Mengaku saja. Kau senang kan??” Kyu Hyun semakin memojokannya. Hyun Mi memandangi Kyu Hyun yang sedang terkekeh. Jauh lebih menggemaskan ketimbang kalau ia diam.
“Kau tertawa??” tanya Hyun Mi heran. Ia mendekat, memastikan kalau mata dan telinganya tidak salah tangkap. “Sunbae, kau tertawa??? Sungguh???” Hyun Mi heran sekali. Wajahnya tampak lucu kalau sedang bingung.
“Mwo??” Kyu Hyun makin terkekeh. Dan hal ini semakin membuat Hyun Mi heran dan tidak sadar kalau 2 bus baru saja datang, dan kini sudah pergi lagi.
“Kau tertawa?? WAW!!!!” Hyun Mi mengeluarkan hpnya dan mengabadikan moment itu. “Jarang terjadi,” katanya. “Salah makan apa??”
“Kau lucu,” kata Kyu Hyun. Hyun Mi semakin bingung dan wajahnya semakin lucu. “Yah, kau lucu.” Kyu Hyun mengeluarkan hpnya dan mengambil gambar wajah Hyun Mi yang sedang bingung itu. “Ini, lihat sendiri.” Hyun Mi memandangi fotonya sendiri. Biasa saja. Apanya yang lucu?? Hyun Mi sadar, ia baru saja memegang hp Kyu Hyun!!! Hyun Mi berusaha menahan detak jantung nafasnya yang semakin tak beraturan.
“Tidak lucu. Tidak seperti badut.” Hyun Mi mengembalikan hp Kyu Hyun. Bus ketiga setelah mereka sampai di halte bus datang. Kali ini Hyun Mi dan Kyu Hyun naik. Hyun Mi mengambil kursi di belakang. Kyu Hyun mengikutinya. Hyun Mi mendengus kesal. “Kenapa kau mengikutiku? Masih banyak kursi kosong yang lain.”
“Terserah aku. Aku yang duduk, aku yang bayar. Lagipula, bus ini bukan milikmu. Jadi, tutup mulutmu!” kata Kyu Hyun yang sudah kembali seperti biasa. Hyun Mi mengumpat kesal dan membiarkan Kyu Hyun duduk di sebelahnya. Kyu Hyun bersenandung kecil, “naneun kkumkkuneun hieoro~ jeo kkeutkkaji dallyeogalkkeoya..” Hyun Mi menoleh. Bagus juga suaranya. *bagus bangett bukan bagus jugaa!!!*
“Sunbae, jebal, diam sedikit. Suaramu tidak enak,” kata Hyun Mi berbohong. Namun Kyu Hyun tetap bernyanyi. “Sunbae.”
“Kau siswi Hwanggum pertama yang mendengarku bernyanyi. Sudah diam saja. Anggap saja aku konser gratis. Suaraku bagus,” katanya penuh percaya diri. *yaelah nih orang emang narsis* *dpelototin kyu hyun*.
“Mwo?! Siapa yang bilang suaramu bagus?? Suaramu sangat tidak enak. Sebentar lagi kaca2 di bus ini akan pecah kalau kau bernyanyi terus.”
“Kau berbohong lagi. Mengaku saja kalau suaraku bagus. Sejak tadi kau hanya berbohong saja.” Hyun Mi hampir tersedak mendengarnya. Ia bersyukur karena halte tempatnya turun sudah di depan mata, jadi ia tidak perlu bersama makhluk ini lebih lama. Kemungkinan pertama ia akan terbang menembus atap bus lalu hilang entah kemana, dan kemungkinan kedua ia akan menyumpal mulut Kyu Hyun kalau ia masih tidak bisa diam dan kalau ia sanggup melakukannya.
“Akhirnya. Nah, sunbae. Aku duluan. Semoga besok kau tidak masuk rumah sakit jiwa. Jalga Kyu Hyun sunbae!!!!” Hyun Mi melambai pada Kyu Hyun lalu turun dan berlari kecil ke arah komplek rumahnya. Kyu Hyun senyum2 sendiri mengingat Hyun Mi yang lucu sekali itu *author ngarep*.
“Siwon hyung.. mianhae..”

-tbc-

makin gejeh. makin gejeh. banyakin part sendiri. hahahaha.

Stand By You. Line 2

ngetik sambil karaoke stand by you, tea for two, dreaming hero. wah.. lagu2 keren semuaaa...
enjoy this~

~~~~~~~~~
Pulang sekolah..
“Eh, dasar gajah bengkak dari hutan amazon!!” kata Hye Won sambil menjulurkan lidahnya dan membuat pose jelek untuk Hongki.
“Eh Nyi Lepet dari goa Jepang!! Bisa diem gak sih?” Hongki menimpali.
“Eh, makannya kerja dong!! Kelompok mau enaknya doang!! Oh iya gajah kan tukang tidur. Serasa di hutan amazon!!” Hye Won tidak mau kalah.
“Eh, aku udah kerja!! Bikin laporan awal, kamu aja tuh yang mau enaknya aja. Tinggal praktek. Paling ntar jadinya jelek, kelamaan sih bertapa di goa Jepang!!”
“Eh, dasar mammoth jelek bau gede!! Laporan gitu doang anak kecil juga bisa bikin!!” Hye Won masih meladeni Hongki.
“Wooiii... Suami istri gak boleh ribut!! Ini sekolah bukan pengadilan agama. Jangan berantem di sini,” Soo Rim menengahi mereka. Namun itu disambut gelak tawa anak-anak 1-1.
“Tau nih, bukannya damai malah beranteeem terus. Ntar kalo didenger mertua kan gak enak. Hahaha!!!” Hyun Mi ikut-ikutan.
“Iiih... Itu tuh salahnya si Hongki. Masa praktikum gak mau kerja apa-apa,” kata Hye Won ngambek.
“Apaan, udah bikin laporan awal. Tuh si nenek sihir berisik aja,” kata Hongki tidak mau disalahkan. Mereka berdua memang bikin pusing, tiap hari kerjaannya cuma ribut terus. Sampai yang dengar juga capek. Sementara di sisi lain kelas, Minho dan Taemin sedang membereskan buku sambil mengobrol.
“Besok ulangan apa??” tanya Minho kepada Taemin. Taemin menggeleng. Hyun Mi yang mendengarnya langsung nimbrung.
“Bahasa Sunda,” katanya. Minho dan Taemin melotot.
“MWO?! Abdi teh kagak ngarti bahasa sunda..” kata Taemin dengan wajah memelas. “ANDWEE~.” Taemin kembali heboh sendiri. Entah kenapa, Hyun Mi merasa kalau Taemin ini sangat mirip dengan Hee Chul *author yang merasa begitu*.
“Nah, itu barusan bahasa apa? Campuran?” tanya Minhwan yang sekarang sudah ikut nimbrung.
“Ya pokoknya gitu lah!” kata Taemin polos. Aneh sekali orang ini. Kenapa nuna nuna mengidolakannya yah???
Hyun Mi melangkah meninggalkan kelas, meninggalkan gerbang sekolah, dan sekarang sedang berjalan sendiri di jalan setapak depan sekolah menuju ke arah halte bus. Ra Neul diajak makan siang oleh Kangin, melanjutkan obrolan Transformers yang tadi. Lalu Soo Rim, em.. entah kemana dia. Bisa saja pulang dengan Hee Chul atau sedang mengintip Hyun Joong latihan. Jadi, Hyun Mi pulang sendiri.
Hyun Mi menendang-nendang kaleng kosong bekas minuman berkarbonasi dari amerika yang ada di depannya sambil memegang tas gembloknya. Persis seperti anak tk yang tidak ada kerjaan. Sedang asyik ia menendang kaleng, ia berhenti karena ada sepasang kaki di depan kaleng itu. Hyun Mi mendongak, melihat siapa orang yang sudah berani mengganggu acara menendang kalengnya. Wow! Itu Choi Siwon! Ternyata dari dekat ia cukup tampan *em, bukan cukup, tapi sangat*. Siwon tersenyum. Hyun Mi juga.
“Eh, em. Sunbae. Sedang apa?” tanya Hyun Mi salah tingkah. Iyalah, untuk apa Siwon mencegatnya di tengah jalan seperti ini?? Apalagi Siwon itu salah satu teman dekat Kyu Hyun. Kalau Kyu Hyun lihat bagaimana??
“Aku hanya lewat. Kebetulan aku melihatmu. Kau mau pulang?” tanya Siwon basa-basi. Dalam hati Hyun Mi, ‘yaelah nih orang ganteng, aneh2 aja nanyanya. Ya mau pulang lah, emang mau kemana?’. Hyun Mi mengangguk pelan.
“Kau sunbae? Kau mau pulang juga bukan??” Siwon mengangguk juga. Lalu mereka jalan bersama menyusuri jalan setapak menuju halte bus sambil menendang kaleng bersama.
“Andai saja dia Kyu Hyun...” gumam Hyun Mi.
Sementara itu di sekolah...
Hee Chul sedang menunggu Soo Rim di depan gerbang sambil sesekali melirik jam tangan power rangernya. Jam tangan itu milik adik sepupunya yang masih TK. Hee Chul mengambilnya diam2 ketika adik sepupunya itu sedang tidur. *ya ampun hee chul, udah tua seleranya power ranger* *dkeplak hee chul*. Soo Rim dari kejauhan sudah bisa melihat cowok cantik itu. Ia bingung. Harus pulang dengan Hee Chul atau mengikuti Hyun Joong latihan band. Ia tang ting tung. Menunjuk gerbang dan lapangan parkir.
“Tang ting tung siapa yang beruntung. Oh. Hyun Joong sunbae!!! Yeah!! I’m coming sunbae!!!” katanya semangat sampai2 semua yang ada di situ menoleh padanya. “Ehehe.. Ehehe..” Soo Rim malu sekali, lalu ia lari ke arah lapangan parkir.
Ra Neul dan Kangin sedang asyik mengobrol di kedai es krim. Sambil makan es krim mereka tertawa sesekali. Dan kali ini, topic mereka bukan lagi transformers, tapi sudah sampai ke sekolah, kelas, teman, dan hal2 pribadi mereka.
“Kau tau, aku dan Eun Hyuk pernah mengerjai teukie hyung, hee chul hyung, kyu hyun, dan sungmin. Aku sms mereka semua kalau aku terjebak di toilet dan tidak punya tisu,” kenang Kangin. Sementara Ra Neul hanya tertawa dan senyum2 sambil memakan es krimnya.
“Lalu?”
“Yah, teukie hyung tahu kalau aku mengerjainya. Lalu Hee Chul hyung tidak mengindahkan permintaanku,” ujar Kangin. Ia menahan tawanya yang sebentar lagi akan meledak. “Kyu Hyun dan Sungmin, mereka mencariku ke toilet dan membawakan segulung tisu.”
“Mwo? Waw. Lalu?”
“Kyu Hyun bilang kepadaku, hyung sepertinya ada yang mengerjaiku. Ada yang sms menggunakan namamu. Hahahaha!!!” Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
“Sunbae, kau ini gila! Untung saja Hyun Mi tidak di sini, atau kau bisa digoreng hidup2,” kata Ra Neul masih sambil tertawa, memikirkan kegilaan Kangin dan Eun Hyuk. Mereka memang gila.. *author dgeplak kangin nd hyukjae*
“Memangnya temanmu itu monster??” tanya Kangin heran. Dan Mereka kembali tertawa, lalu melanjutkan makan es krimnya. Ra Neul tidak pernah bisa makan es krim dengan benar alias selalu belepotan. Kangin menunjuk bibir Ra Neul yang belepotan, namun Ra Neul -yang memang sangat lamban dalam mencerna hal2 seperti itu- malah bingung. Kangin mengambil tisu dan mengelap bibir Ra Neul yang belepotan. Ra Neul bengong dan menatap Kangin. Kangin tampak salah tingkah. *author ngakak guling2*
“Mianhae..” kata Kangin malu2. Ra Neul menoleh ke arah jalan, berusaha menyembunyikan semburat merah di wajahnya.
Hyun Mi dan Siwon berpisah di halte bus karena arah mereka berbeda. Hyun Mi naik ke bus dan melambai pada Siwon. Siwon hanya tersenyum manis. Pintu bus tertutup, bus berjalan. Hyun Mi mencari tempat duduk, semuanya penuh. Hanya di belakang yang baru terisi satu. Hyun Mi duduk di sana. Ia menoleh ke sebelahnya, ada siswa Hwanggum juga sedang tertidur di sana. Wajahnya tertutup buku yang berjudul mekanika kwantum. Ah, entah apa itu. Jelas sekali kalau orang ini pasti murid kelas ipa. Hyun Mi mencari handsfree, menghubungkan ke hp dan telinganya, lalu ia bersenandung kecil.
“Hei. Diam. Aku mengantuk,” kata orang yang duduk di sebelahnya. Ia menurunkan buku yang menyembunyikan wajahnya itu. Hyun Mi terbelalak. Omona~ Kyu Hyun!!!
“Sunbae...”
“Kau bisa diam tidak?! Pindah sana kalau tidak bisa diam!” katanya masih dengan nada seperti biasa, dingin, galak. Makan apa ibunya sampai punya anak seperti ini.
“Oh. Ne. Mianhae sunbae.” Kyu Hyun kembali tertidur, namun kali ini ia tidak menyembunyikan wajah tampannya itu di balik buku *author ngiler*. Hyun Mi memandanginya dengan jantung berdegup kencang karena ia bisa sedekat ini dengan Kyu Hyun. Aih, tampan sekali dia.. Sayang, dia sombong dan arogan.
Hyun Mi menyayangkan kenapa dia harus turun di halte berikutnya, berarti ia harus berpisah dengan Kyu Hyun. Bus berhenti di tempat Hyun Mi turun. Dan tentu saja, ia dan beberapa murid Hwanggum serta beberapa penumpang lain entah itu adjushi2, ajumma2, omoni2, dan lain2. Hyun Mi menunggu bus itu pergi sambil memandangi kaca belakang dari jalan, tempat Kyu Hyun masih tertidur pulas di sana. Hyun Mi senyum2.
“Jalga sunbae!!!!!” Hyun Mi melambai ke arah Kyu Hyun, lalu berjalan ke arah rumahnya yang sudah tidak jauh lagi. Ia tidak tahu kalau dari tadi Kyu Hyun tidak bisa tidur karena ada dia di sebelahnya.. *author ngecessss*.
Soo Rim sedang menunggu Hyun Joong di depan studio sambil bermain games di handphonenya. Setelah sekitar satu jam, Hyun Joong dkk baru keluar dari studio. Young saeng menyikut Hyun Joong dan menunjuk Soo Rim yang sedang heboh main games.
“Iya. AW! AWAS! YEAH! UMPH! YEEEE!!!!!” Soo Rim heboh sendiri. Ia tidak sadar kalau SS501 sedang memperhatikannya.
“Ehm.” Jungmin berdeham. Soo Rim masih belum sadar. Ia masih asyik main games. Jungmin menghela nafas. Ia kembali berdeham. “EHM.” Soo Rim masih belum sadar juga. Hyun Joong menahan Jungmin, ia menghampiri Soo Rim dan merebut handphonenya. Soo Rim kesal.
“EH! HANDPHONEKU!” Ia berteriak cempreng sekali. Hyun Joong sampai kaget. Ia menggaruk telinganya. Soo Rim kaget.
“Sunbae...”

Soo Rim POV
Aish.. si sunbae dari kapan ada di situ?? Babo bener aku!!!! Udah teriak2 gak jelas kaya orang kesetanan.. ternyata ada hyun sunbae.. aduuh.. aish... huaaaa!!! Gimana nih!!
End POV

“Kamu,” kata Hyun Joong dingin, sementara teman2nya hanya menonton. “Sedang apa di sini?” tanyanya dingin. Soo Rim tampak salah tingkah.
“Err.. Na.. Err.. Sedang.. Menunggu.. Adik sepupu. Yah, menunggu adik sepupu!” katanya bohong. Soo Rim bingung sekali. Entah yang ia lakukan ini benar atau tidak.
“Oh.” Hyun Joong meninggalkan Soo Rim yang sedang bingung. Teman2nya menyusul dari belakang. Namun Hyun Joong berbalik, Soo Rim tampak senang sekali. Ia senyum2. Hyun Joong menyodorkan handphone Soo Rim, membiarkan Soo Rim menyentuh tangannya, lalu pergi. Soo Rim hampir terbang, hpnya sudah pernah dipegang oleh Hyun Joong!!! Di belakan Soo Rim dan kawan2nya, Hyun Joong juga senyum2 sendiri. Sementara itu di ujung jalan, Hee Chul sedang mengepalkan tinjunya..
-tbc-
 

Design By:
SkinCorner